Saling Serang di Hormuz, Perang AS-Iran Belum Berakhir Terganjal Isu Nuklir? | BOLA LIAR


JAKARTA, KOMPAS.TV - Insiden baku serang antara unit militer Amerika Serikat dan Iran terjadi kedua kalinya, di tengah kemungkinan perundingan putaran kedua. Tiga kapal perusak Amerika yang mencoba melintasi Selat Hormuz, diserang angkatan laut Iran menggunakan misil antikapal, drone, dan kapal boat. AS mengklaim, ketiga destroyer berhasil melintas, tanpa kerusakan, bahkan berhasil menyerang balik penyerang. Sebaliknya, Iran mengklaim, berhasil mengusir armada laut Amerika Serikat yang hendak menyita tanker. Atase Pertahanan RI untuk Iran 2009-2012, Mayjen (Purn) Budi Pramono mengatakan bahwa situasi saat ini sudah terjadi perang terbuka. "Sebetulnya sudah perang terbuka. Ini sudah military coercive diplomacy, tapi kalau dikatakan ini regional walfare belum," ujar Budi. #iran #amerika #trump Produse: Ikbal Maulana Insiden baku serang antara unit militer Amerika Serikat dan Iran terjadi kedua kalinya, di tengah kemungkinan perundingan putaran kedua. 3 kapal perusak Amerika yang mencoba melintasi Selat Hormuz, diserang angkatan laut Iran menggunakan misil antikapal, drone, dan kapal boat. AS mengklaim, ketiga destroyer berhasil melintas, tanpa kerusakan, bahkan berhasil menyerang balik penyerang. Sebaliknya, Iran mengklaim, berhasil mengusir armada laut Amerika Serikat yang hendak menyita tanker. Ketegangan demi ketegangan di Selat Hormuz, membuat meja perundingan begitu rapuh. Mudah tersandera oleh moncong senjata, potensial pula buntu untuk menegosiasikan isu-isu utama. Mengapa isu program nuklir Iran dan blokade Selat Hormuz, berpotensi mengganjal perdamaian dan pengakhiran perang? Simak pembahasannya dalam BOLA LIAR, episode “PERANG AS-IRAN BELUM BERAKHIR, TERGANJAL ISU NUKLIR?” Jumat, 8 Mei 2026 pukul 20.30 WIB, LIVE di KompasTV.
Sumber:
View on YouTube

Komentar