Abai Vaksin Campak Renggut Nyawa Anak | BERKAS KOMPAS


KOMPAS.TV - Abai Vaksin Campak Renggut Nyawa Anak | BERKAS KOMPAS Kejadian Luar Biasa Campak terjadi di berbagai daerah. Kasus campak berdampak kematian ditemukan di Sumenep yang menyebabkan 20 anak meninggal dunia. Penyakit yang disebabkan oleh virus Rubeola ini menular melalui percikan ludah dan melalui jalan nafas. Gejalanya, anak biasanya mengalami demam disertai ruam di sekujur tubuh yang dimulai dari kepala. Juru bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengakui ada penurunan angka imunisasi anak di Indonesia akibat pandemi Covid19. Namun tidak hanya akibat pandemi, persoalan imunisasi juga disebabkan adanya disinformasi termasuk keengganan orangtua untuk mengimunisasi anak mereka. Selain sosialisasi melalui kader di tingkat Posyandu, Kementerian Kesehatan pun melibatkan tokoh agama agar orangtua bersedia anaknya diimunisasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan cakupan imunisasi 95% untuk mencapai kekebalan komunal. Terlampau banyak pelukan yang terputus, terlampau banyak senyum yang beku. Campak bukan hanya penyakit, ia adalah cermin rapuh dari ketidakpedulian. Pemerintah urgen kampanye imunisasi massal intensif di daerah-daerah dengan cakupan rendah. Ini termasuk penjangkauan ke pelosok, menyebarkan informasi tentang pentingnya imunisasi, serta memberikan fasilitas kesehatan yang mudah diakses. Saksikan liputan selengkapnya dalam program #BerkasKompas episode "Abai Vaksin Campak Renggut Nyawa Anak", malam ini pkl 23.00 WIB hanya di KompasTV!
Sumber:
View on YouTube

Komentar