Jurnalis KompasTV Aiman Witjaksono mewawancarai Wakil Direktur IT BPN Prabowo-Sandi, Vasco Ruseimy. Pihaknya masih merahasiakan lokasi markas penghitungan internal apalagi membuka akses untuk dikunjungi media. Apa alasanya? “Kami punya banyak pertimbangan keamanan. Satuan tugas yang bekerja dengan kita banyak menerima ancaman, banyak komunikasinya di-hacked. Poinnya, kita tidak menindak ancaman, tapi mengawal suara kita. Tolong hargai privasi kita,” jelas Vasco. Sementara itu, BPN Prabowo-Sandi meralat perolehan suara penghitungan internal. Awalnya, Prabowo-Sandi disebut menang dengan perolehan 62 persen suara pada 17 April lalu. Namun, angka ini menjadi 54,24 persen pada 14 Mei lalu. Vasco mengungkap penurunan presentase itu karena perbedaan jumlah sampel suara terbaru dan dugaan terjadi kecurangan. “62 persen kemarin diambil dari sampel yang tidak sebanyak sekarang. Kalau kita tidak dicurangi kemungkinannggakjauh beda,” kata Vasco. Vasco menyatakan BPN Prabowo-Sandi telah mengumpulkan 75.000 poin kecurangan yang akan dilaporkan ke Bawaslu. Pihaknya tidak akan membawa temuan kecurangan tersebut ke Mahkamah Konstitusi sebab percaya pihaknya tetap akan memenangi Pemilu 2019. “Kita walaupun dicurangi masih menang 54 persen. Datanya valid,nggakperlu ke MK,” pungkasnya. Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di http://bit.ly/2AAu5kQ. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru. Media social Kompas TV: Facebook: http://bit.ly/2v6fpDS Instagram: http://bit.ly/2OX7BPb Twitter: https://twitter.com/KompasTV LINE: http://bit.ly/2uNs3c0
Sumber:
View on YouTube
Komentar
Posting Komentar